Busyet, Mimpi Jakarta Tahun 2030

mimpi jakarta tahun 2030

Smartwatch di lenganku masih di posisi di 06.00 wib. Kabut tipis sudah lama hilang dari tatapan, dan rona pagi pun rebah di Senayan City. Jalanan di depan kantor sedikit ramai. Kendaraan hilir mudik. Sejumlah orang turun dari monorel, dan berjalan bergegas menuju kantor.

Aku berjalan cepat melewati zebra cross. Sambil melihat kiri-kanan, tas kerjaku kugeser sedikit kesamping. Tadi waktu turun dari monorel, tas itu kutarik agak kedepan. Maklum ibukota Jakarta tahun 2030 ini agak kurang ramah. Ada saja satu atau dua pencopet yang memanfaatkan ketergesa-gesaan penumpang yang naik atau turun dari monorel.

Sampai di lobby kantor aku buru-buru ke lift. 

"Hmm .... Sepertinya jalan-jalan di ibukota makin hari bukan makin baik. Malah tambah ruwet," batinku. 15 Tahun lalu sewaktu masih ada busway jalanan tidak begitu macet seperti sekarang ini. 

Makin jauh kebelakang lagi sebelum ada busway, jalanan malahan bisa buat main bola saking lancarnya ( Ya iyalah ..., orang kendaraannya juga masih seuprit !).

Sampai di lantai 10. Di samping pintu lift ku tekan tombol buka. Tiba-tiba ada orang buru-buru masuk. Aku ketabrak. Gubrak !

"Hooiii Bangun... !!", teriak seseorang.

Busyet. Pagi-pagi udah mimpi.

0 Response to "Busyet, Mimpi Jakarta Tahun 2030"

Post a Comment

Silakan meninggalkan komentar yang relevan. Dilarang menaruh link dalam isi komentar ...

Hubungi Kami

Name

Email *

Message *